12 Bahasa Telah Punah, dan 527 Bahasa dalam Bayang-Bayang Kepunahan
- Kabar Bahasa
- 09 Maret 2026 16:03
- 105X Dibaca
- Infografik
Indonesia memiliki sekitar 706 bahasa, menjadikannya salah satu negara dengan keragaman bahasa terbesar di dunia. Namun, ratusan di antaranya kini terancam punah. Menjaga bahasa daerah berarti menjaga identitas, pengetahuan, dan kearifan lokal bangsa.
Indonesia dikenal sebagai laboratorium bahasa terbesar kedua di dunia setelah Papua Nugini. Artinya, jumlah bahasa yang digunakan di Indonesia berada pada posisi kedua terbanyak di dunia. Kekayaan bahasa ini tentu tidak muncul tanpa sebab.
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki ratusan suku bangsa yang tersebar di berbagai pulau di Nusantara. Batas laut serta kondisi geografis yang memisahkan satu wilayah dengan wilayah lainnya membuat setiap kelompok masyarakat berkembang dengan bahasa masing-masing. Kondisi inilah yang kemudian melahirkan keragaman bahasa yang sangat besar.
Berdasarkan data Ethnologue (2026), terdapat sekitar 706 bahasa yang digunakan di Indonesia, tersebar dari Sabang hingga Merauke, serta dari Miangas hingga Pulau Rote. Jumlah ini menunjukkan betapa kayanya warisan linguistik yang dimiliki bangsa Indonesia.
Namun, di balik kekayaan tersebut tersimpan sebuah kekhawatiran besar. Ethnologue mencatat bahwa dari 706 bahasa tersebut, 12 bahasa telah punah. Hilangnya sebuah bahasa bukan sekadar hilangnya alat komunikasi, tetapi juga hilangnya memori budaya, pengetahuan lokal, serta cara pandang masyarakat terhadap dunia.
Lebih memprihatinkan lagi, sekitar 527 bahasa berada dalam kondisi terancam punah (endangered). Jumlah ini mencapai lebih dari 70% dari total bahasa yang ada di Indonesia. Jika kondisi ini terus berlanjut tanpa upaya pelestarian, bukan tidak mungkin sebagian besar bahasa daerah di Indonesia akan hilang.
Salah satu penyebab utama kepunahan bahasa adalah semakin sedikitnya penutur yang menggunakan bahasa tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Ketika generasi muda tidak lagi menggunakan bahasa leluhurnya, maka keberlangsungan bahasa tersebut menjadi sangat rentan.
Oleh karena itu, peran masyarakat dan dukungan pemerintah sangat penting dalam menjaga keberlangsungan bahasa-bahasa daerah. Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai media pewarisan pengetahuan, nilai, dan kearifan lokal dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Jika bahasa hilang, maka bukan hanya kata-kata yang lenyap, tetapi juga identitas, pengetahuan, dan kebijaksanaan lokal masyarakat yang telah diwariskan selama ratusan bahkan ribuan tahun.
BACA JUGA
Berita Populer
Gender dalam Kuliner Nusantara, Jadikan Bakso Identik Gender Maskulin
- 09 Maret 2026 15:33
Sempurnakan Tulisanmu Hanya Rp25,- per Kata, Gratis Satu Editing Ulang
- 09 Maret 2026 16:06